Tafsir Jami’ al-Bayan
Fi Tafsir al-Qur’an karya Abu Ja’far Muhammad Ibn Jarir Ibn Yazid Ibn Ghalib
al-Tabari al-Amuli dengan sistemtika yang amat cerdas. Sistematika penafsiran
al-Tabari mengikuti tartib Mushaf. Dalam Sistematika ini, sang mufasir
menguraikan berdasarkan urutan ayat dan surah di dalam mushaf penafsirannya
(‘Utsmani).
Sekalipun demikian,
pada bebrapa bagian tertentu, ia juga menggunakan pendekatan yang semi-tematis.
Pendekatan ini terlihat ketika menguraikan penafsiran suatu ayat dengan dengan
memeberikan sejumlah ayat-ayat lain yang berhubungan sebagai penguat
penafsirannya. Namun, secara umum ia tidak keluar dari sistematika mushafi.
Penafsiran al-Tabari
yang paling awal adalah pemaparan ayat-ayat yang akan ditafsirkan, dengan
mengemukakan berbagai pendapat yang ada tentang ta’wil (tafsir fiman Allah).
Ayat tersebut kemudian ditafsirkan dengan dasae riwayat-riwayat geneasi awal
Islam; para sahabat dan tabi’in, lengkap dengan sanadnya hingga sampai
Rasulullah. Langkah selanjutnya adalah analisis terhadap ayat-ayat dengan nalar kritisnya yang ditopang oleh
perangkat-perangkat penting lainnya, yang telah dikemukakan pada awal
pembicaraan, termasuk linguistik. Atas dasar pemaparan terdahulu, beliau
merespon secara possitif dan mengambil sikap untuk menetapkan satu pendangan
yang paling tepat dan kuat demikian hingga penafsiran ayat terakhir dari
al-Qur’an 30 juz.
No comments:
Post a Comment